Gejala Alergi Deodoran

ALLERGIC REACTIONS TO DEODORANT

Gejala Alergi Deodoran

Deodoran kini telah menjadi kebutuhan sehari-hari banyak orang. Produk ini diklaim bisa membantu mengurangi bau badan, terutama di daerah ketiak. Dengan kandungan berbagai macam bahan kimia di dalamnya deodoran bekerja membunuh bakteri dalam keringat yang menyebabkan bau badan. Tapi jumlah bahan kimia di dalamnya tidak selalu membantu, bagi sebagian orang penggunaan deodoran justru bisa menyebabkan alergi. Jenisnya semakin beragam, dan tidak semua orang bisa memilih yang sesuai untuk mereka.

Jika Anda alergi terhadap deodoran, ada kemungkinan ketiak tampak gatal, dan kulit menjadi merah dan mulai mengelupas. Jika alergi parah bisa tampak pustula atau jerawat, dan kulit bisa menjadi kasar dan basah. Meskipun reaksi lokal yang lebih umum, ada risiko reaksi sistemik, yang menyebabkan munculnya ruam atau gatal, menyebar ke seluruh tubuh.

Spesialis kulit Dr. Terrence Keaney menyarankan untuk mengganti deodoran yang digunakan saat ada tanda-tanda berikut ini, karena itu berarti deodoran digunakan secara tidak tepat.

Ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan jika ketiak Anda mengalami hal-hal seperti gejala berikut:

1. Sering Terlihat Keringat Noda Pada Pakaian Di Daerah Ketiak

Sudah saatnya mengganti deodoran dengan anti keringat. Banyak orang berpikir deodoran dan anti keringat sama, hanya terlihat berbeda, putih versus bening. “Sebenarnya, keduanya sangat berbeda fungsinya. Anti-perspirant menggunakan banyak bahan yang mengandung aluminium untuk menghalangi keringat, sementara deodoran itu memberi aroma untuk menyembunyikan baunya,” kata Keaney di Fox News.

2. Iritasi Pada Ketiak
Deodoran sering mengandung aluminium, parfum, alkohol dan paraben – yang semuanya dapat memicu ruam kulit. Deodoran adalah penyebab gatal dan ruam kulit ketiak adalah yang paling mudah untuk diatasi. Bila ketiak / ketiak terbakar atau teriritasi, deodoran yang dipilih tidak sesuai. Iritasi biasanya disebabkan oleh gesekan antara kelenjar keringat dan rambut. Hal ini terjadi karena radang kulit yang disebabkan oleh zat tertentu yang merusak kulit. Keaney juga merekomendasikan penggunaan anti keringat karena bisa mencegah iritasi dengan mengurangi produksi keringat. Apalagi saat produk diiringi formula bonus yang lembut untuk kulit.

3. Bau Tidak Sedap
Semakin banyak aktivitas, semakin banyak keringat yang keluar sehingga timbul bau. Jika ini masalahnya, yang dibutuhkan adalah deodoran yang bisa membantu menyamarkan bau tak sedap. Solusinya, Keaney menyarankan anti keringat yang bisa melindungi hingga 48 jam. Selalu siapkan anti keringat dan gunakan di siang hari atau di tengah aktivitas.

4. Mata Perih dan Berair
beberapa parfum atau deodoran yang mengandung semprotan aerosol. Ini berarti partikel udara dan bisa melakukan kontak dengan mata. Bahkan jika tidak disemprot, parfum atau deodoran memiliki zat yang mudah menguap Zat ini bisa mengiritasi mata dari kontak dengan udara. Bahkan jika Anda tidak memakai parfum atau deodoran lain di sekitar Anda juga terkena iritan atau memicu reaksi alergi. Peradangan bagian luar mata seperti konjungtiva dan kornea cenderung menyebabkan kemerahan dan terbakar.

5. Bersin dan Pilek
Partikel udara juga bisa masuk dan mengiritasi saluran hidung. Peradangan pada mukosa hidung, baik karena alergi atau iritasi, akan menyebabkan bersin dan pilek. Pelepasannya biasanya tipis dan tipis. Seperti halnya dengan mata, gejala hidung mungkin timbul bahkan jika seseorang tidak memakai aroma apapun. Berada di sekitar orang yang memakai parfum atau deodoran atau bahkan masuk ke ruang tertutup dimana aroma semprotnya bisa memicu reaksi. Bersin adalah usaha tubuh untuk menghilangkan iritasi pada bagian hidung. Hidung meler tidak hanya merupakan pertanda peradangan. Ini juga cara tubuh untuk “mencuci” saluran hidung.

6. Susah Bernafas
Seseorang yang sensitif terhadap wewangian mungkin mengalami gejala yang lebih serius saat partikel udara masuk ke saluran pernafasan. Hal ini dapat menyebabkan gejala pernafasan seperti suara serak suara dan bahkan kesulitan bernafas. Ini adalah gejala yang tidak biasa dari alergi parfum atau deodoran namun dapat terjadi pada individu berisiko tinggi, seperti orang yang menderita asma alergi. Bila partikel udara parfum atau deodoran melakukan kontak dengan lapisan saluran udara, reaksi alergi terjadi sangat cepat. akan terjadi pembengkakan di dinding saluran udara dan aliran udara terbatas

 

Source: www.herbalplanet.info

Facebook Comments
 

comments

Leave a Reply