8 Gejala Osteoporosis

8 Gejala Osteoporosis

8 Tanda Gejala Osteoporosis

Osteoporosis adalah suatu kondisi ketika kualitas kepadatan tulang menurun. Kondisi ini membuat tulang menjadi keropos dan rentan terhadap retak. Osteoporosis umumnya diketahui hanya setelah patah tulang ditemukan pada tulang, setelah pasien mengalami kejatuhan ringan. Celah pada pergelangan tangan, tulang pinggul, dan tulang belakang adalah kasus osteoporosis yang paling umum.

23 persen wanita berusia 50-80 tahun dan 53 persen wanita berusia 70-80 tahun menderita osteoporosis di Indonesia, berdasarkan hasil penelitian di tahun 2006. Risiko perempuan yang menderita osteoporosis empat kali lebih besar dari pada pria.

Meski osteoporosis biasa dialami wanita yang sudah memasuki masa menopause, osteoporosis juga bisa terjadi pada pria, wanita muda, dan anak-anak. Mengetahui gejala osteoporosis adalah cara terbaik untuk mencegah efek terburuk dari penyakit ini. Umumnya tidak ada tanda-tanda osteoporosis di awal masa penurunan kepadatan tulang. Namun, beberapa kondisi berikut bisa menjadi gejala osteoporosis, termasuk sakit punggung, postur bungkuk, tinggi badan menurun, fraktur tulang lebih sering.

1. Lemah Tulang

Lemah Tulang

Gejala awal yang muncul adalah perasaan dan fakta bahwa tulang Anda melemah seiring bertambahnya usia. Anda mulai merasa sangat lelah untuk menaiki tangga atau mengangkat beban daya yang menurun. Dari sini Anda harus menyadari bahwa tulang Anda cenderung mengalami gejala penipisan.

 

 

 

 

 

 

 

2.  PenurunanTinggi Badan

Penurunan Tinggi Badan

Kemungkinan kedua adalah bahwa Anda merasa tinggi Anda tidak seperti dulu lagi. Biasanya mengalami penurunan 3 cm selama 3 tahun. Hal ini disebabkan adanya fraktur pada vertebra. Gejala osteoporosis membuat tubuh sedikit tertekuk. Bahkan seseorang yang menderita osteoporosis akan lebih membungkukkan postur tubuh saat Anda bertambah tua.

 

 

 

 

 

 

 

3. Pembungkukan Tulang

Pembungkukan Tulang

Kondisi Anda menjadi osteoporosis sehingga fraktur kompresi atau kolaps. Hal ini menyebabkan tulang membengkok. Kyphosis berat juga merupakan salah satu pemicu yang dapat mempengaruhi sistem pernafasan. Kyphosis dapat menyebabkan nyeri punggung dan leher dan bahkan mempengaruhi pernapasan akibat tekanan ekstra pada jalan nafas dan perluasan paru-paru Anda terbatas.

 

 

 

 

4. Tulang Rapuh

Tulang Rapuh

Keadaan tulang lebih rapuh. Meski tulang belulangnya belum pernah mengalami trauma postingan (situasinya rusak atau retak). Tulang mudah patah saat hanya melakukan hal-hal kecil seperti jatuh, mendorong, mengangkat, dan melakukan aktivitas lainnya.

 

 

 

 

5. Tumbuh Punuk Di Punggung

Tumbuh Punuk Dipunggung

Ini adalah keadaan dimana tulang belakang condong ke depan. Lalu ada punuk di punggungnya. Hal ini terjadi karena seseorang memiliki kompresi pada tulang belakang. Kemungkinan itu mungkin terjadi pada pria dan wanita. Solusinya sama dengan pencegahan osteoporosis.

 

 

 

 

 

 

 

 

6. Nyeri Leher Dan Punggung Belakang

Nyeri Leher Dan Punggung Belakang

Osteoporosis dapat menyebabkan fraktur kompresi pada tulang belakang. Fraktur ini bisa sangat menyakitkan karena vertebra yang roboh dapat mencubit saraf yang memancar keluar dari sumsum tulang belakang. Gejala nyeri bisa berkisar dari nyeri ringan hingga nyeri yang melemahkan.

 

 

 

 

 

 

7. Perut Mulai Menggembung

Perut Mulai Menggembung

Karena tulang belakangnya berbentuk melengkung, maka dorong organ yang ada di depan depan untuk maju. Salah satunya adalah perut. Untuk itu biasanya orang yang mengalami gejala osteoporosis memiliki perut buncit karena dorongan vertebra.

 

 

 

 

 

 

 

8. Stress Fraktur

Stress Fraktur

Kondisi fraktur stres umumnya sangat jarang diketahui oleh pasien. Karena keadaan fraktur ini sangat kecil dan tidak parah. Orang cenderung mengabaikannya sampai dia merasakan sakit pada tulangnya. Biasanya terjadi saat sedang melakukan aktivitas sehari-hari, seperti berjalan. Padahal keadaan fraktur stres bisa menyebabkan komplikasi lain, seperti artritis.

 

 

 

 

 

 

 

Source: www.herbalplanet.info

Facebook Comments
 

comments

Leave a Reply